PONDOK EVERGREEN
VISI:
Mengentaskan mereka yang saat ini mendapat posisi yang kurang menguntungkan di dalam masyarakat, yaitu mereka yang yatim-piatu dan mereka penyandang cacat phisik ( tuna daksa )
MISI:
Menjadi tempat tinggal bagi anak-anak yatim piatu dan anak yang kedua orang tuanya tidak mampu membiayai hidup tersebut, dengan menyekolahkan mereka sampai pada jenjang pendidikan yang dapat menunjang mereka untuk memulai bekerja dan usaha.
Menjadi tempat pembinaan dan pembelajaran bagi mereka yang mempunyai kekurangan pada badan namun masih dapat dan bahkan mampu berkarya menghasilkan kerajinan yang dapat mendatangkan penghasilan bagi mereka sekaligus menjadi tempat yang mampu menjual hasil karya mereka.
Kantor :
Jl. MENUR 12
( 0341-497468 )
MALANG, 65141 –JAWA TIMUR
Pandangan Umum
Dengan perkembangan ekonomi yang makin tidak menentu, maka banyak keluarga yang semakin tidak dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan dari sekian keluarga ada juga yang menempuh jalan pintas dengan meninggalkan akan mereka dalam keadaan yang tidak diawasi oleh kedua orang tua. Dalam keadaan demikian mereka ada yang benar-benar tidak ber-orangtua lagi ada yang orangtua-nya tidak menghendaki mereka dan tidak merawat mereka. Hiduplah mereka dalam keadaan yatim-piatu.
Sementara ini mereka makin bertambah jumlahnya, siapa lagi yang tergerak untuk merawat mereka? Kami mempunyai angan demikian sudah sejak kami masih dalam kegiatan kepemudaan gereja, namun tertunda oleh banyak hal ( kesibukan : belajar, bekerja dan awal kehidupan keluarga ). Kami mengerti bahwa di antara sekian banyak teman kami, ada juga yang tergerak untuk membentuk tepat mengasuh/ merawat para yatim-piatu dengan pengelolaan yang berkesinambungan.
Hal demikian juga terjadi pada kehidupan para penyandang cacat tubuh ( tuna daksa ). Mereka sempat berkarir dari hasil belajar yang pernah diadakan oleh lembaga pemerintah. Mereka sempat menikmati hasil kerja mereka. Namun yang namanya lembaga pemerintah, mereka terdiri atas berbagai macam keluarga yang mempunyai kegiatan usaha atau kerja mereka masing-masing. Dengan demikian mereka tidak dapat selamanya memberikan perhatian terlebih mereka tidak memiliki keperdulian yang cukup dalam. Maka terjadilah keadaan penelantaran dan bagi mereka yang sudah bekerja mendapat saingan para pekerja normal. Mereka tersisih dari persaingan Dibalik keadaan yang begitu mereka sebenarnya punya ketrampilan yang masih bisa di kelola dengan baik untuk mendatangkan hasil yang baik terutama bagi mereka sendiri.
Kami akhirnya tergugah dan merangkai kembali potensi yang kami miliki, tenaga pengurus dan data mereka yang memerlukan tempat tinggal dan tempat bernaung. Namun masih ada yang belum lengkap yaitu penyandang dana. Pada tingkat awal kami akan mencoba menggugah hati mereka yang berada di sekitar kami. Walau demikian kami sadar bahwa kami tidak harus selamanya bergantung pada orang lain maka kami berencana untuk mengelola dana yang tidak digunakan operasional supaya dapat memberikan keuntungan sehingga kami tidak setiap saat bergantung pada dana sosial saja. Tapi dikemudian hari akan mampu mandiri dengan kegiatan yang kompleks saling memberi keuntungan di setiap kegiatannya.
Akhirnya kami menyerahkan segenap impian yang sedangn kami bangun menjadi kenyataan dalam bimbingan mereka yang memiliki potensi terkait sebagai pemberi masukan pengelolaan dan yang terpenting adalah menyerahkannya dalam pimpinan DIA pemberi pengetahuan dan kebijaksanaan. Amin