Provideas Ideas for Humanity 2007-07-28T04:20:09Z Copyright 2007 WordPress martin <![CDATA[Shaloom,……………….]]> http://www.provideas.org/2007/07/27/shaloom/ 2007-07-28T04:20:09Z 2007-07-28T04:20:09Z Namaku : Siti Aisah

Aku dilahirkan pada tanggal 02 November 1975 saudaraku 8 (delapan) aku nomor 7(tujuh) Jadi aku masih punya seorang adik perempuan diantara saudaraku aku yang lain dan……………maksudku aku anak cacat tangan, ada lengan tapi nggak punya kedua tangan. Meskipun demikian semua kegiatan maupun pekerjaan rumah mulai dari memasak, membersihkan rumah, mengepel, menyapu. Pokoknya yang aku bisa kerjakan dengan lengan 2 ini aku kerjakan. Dulu semasa aku masih kecil, aku tidak diperbolehkan keluar rumah, apalagi kalau ada tamu aku disuruh masuk kamar, enggak boleh keluar sampai tamunya pulang. Andaikan aku tidak menurut apa kata mereka, Wah……langsung aja mereka mencubitku sampai merah malah aku masih ingat pernah kecepit pintu kamar karena terburu buru aku sampai punya pikiran “siapa mau sih di kasih cacat seperti aku???”

Hari terus  berlalu aku mulai punya keinginan kepengen sekolah sebab semua kakakku sekolah dan dirumah sepi. Bapakku dan mamaku kerja kemasan di pasar besar kalau pulang sore sore kemudian ada waktu untuk ngobrol aku memberanikan diri untuk ngomong kekedua orang tuaku bahwa aku juga pengen sekolah setelah ngomong apa yang keluar dari mulut mamaku “Enggak onok sekolahan digawe arek koyok awakmu” Aku hanya diam sambil menangis meihat bapakku setelah itu bapak memanggilku dan aku menuju ke beliau di pangkunya aku dibelai rambutku dengan penuh kasih sayang. Memang selama aku masih kecil bapakkulah yang paling perhatian sama aku.  Kemudian bapak berkata :“ Sabar yo pokoke awakmu mesti sekolah, bapak yo mikir sekolahmu” Sebenarnya aku sama bapak mau disekolahkan di sekolah umum, kumpul campur dengan anak anak normal tapi beliau merasa kasihan kalau kalau aku di ejek teman teman meskipun aku belum sekolah aku ama bapak dibelikan buku belajar menulis dan …………..ternyata dulunya mamaku selalu mengunggul-ngunggulkan kakak-kakakku tulisannya bagus, melihat tulisanku beliau terkejut dan langsung memperbolehkan aku sekolah.  Kebetulan bapakku punya teman dan temannya itu juga anaknya cacat polio lalu bapakku dianjurkan menyekolahkan aku di YPAC jalan bengawan solo 39 - Malang, supaya aku nggak minder. Kemudian esoknya aku diantar ke sana aku senang sekali punya banyak teman ternyata bukan aku saja yang cacat dan di sana ada yang lebih parah dari aku. Aku antar jemput bapakku tapi sayang bapakku jatuh sakit dan sampai dirawat di rumah sakit RSA, disana ngak ada hasilnya dan dibawa pulang, Setelah dirumah 1 hari ternyata Tuhan memanggilnya aku sedih sekali ditinggal beliau. Hanya beliaulah yang selalu memperhatikan aku dan menasehati aku. Setelah bapak meninggal aku ama mamaku diasramakan di YPAC itu sebab ngak ada yang mengantarkan aku ke sekolah semua pada repot. Tadinya sih aku nggak krasan tapi lama-lama aku krasan aku disana sampai SMEA ARJUNO 01 Malang. Sewaktu aku sekolah disekolah umum aku tadinya grogi, malu bukan kepalang tapi semua aku niati semua aku tekati aku tidak mau kalah dengan orang normal. Aku harus bisa setelah lulus SMEA Arjuno 01. Aku dapat panggilan kerja di wartel dan koperasi gajiku lumayanlah aku kerja selama 3 tahun lalu aku terkena PHK  “ ya jadi pengangguranlah “. Untuk menghilangkan stress aku ikut mamaku ke pasar setiap hari nggak selang beberapa lama, mamaku terserang stroke nggak bisa apa apa  jadi aku yang mengurusnya karena semua kakak-kakakku repot dengan keluarga masing masing.

Singkat cerita: Pemerintah Depnaker mengadakan pelatihan ketrampilan di Bangil Pasuruan ( PSBD SURYATAMA ) disana aku dikursuskan menjahit selama satu tahun tanpa dipungut biaya sepeserpun, di sana aku digembleng habis-habisan. Aku satu kamar dengan anak dari Lamongan, anak itu beragama Kristen aku pernah ditanya agamaku dan malah aku sampai disuruh pindah ke agamanya dia. Dan di sana aku juga bertemu seseorang sampai menjalin pernikahan aku dikaruniai 3 anak, dua laki-laki dan satu perempuan yang pertama diadopsi kakakku (yang sampai sekarang nggak dikaruniai keturunan) tapi sayang pernikahanku hanya bertahan 7 tahun saja. Aku ditinggalkan dengan membawa anakku yang ke dua begitu saja tanpa memberi nafkah anak yang ikut denganku sampai sekarangpun tidak ada keputusan. Dan statusku ini apa??? 

Lalu aku iseng-iseng main ke YPAC tempat ku dulu aku disana ketemu adik kelasku namanya Teguh dia langsung menawarkan pekerjaan  Mbak sampeyan gelem a gawe souvenir di jl Menur 12 namanya Ibu Ira”

Langsung aku mau ” Engkok sampean ambek Reti “

Uh……….. aku malah seneng mendengarnya sebab Reti sahabatku yang baik yang mengerti semua masalahku aku selalu curhat ama dia.

Esok harinya aku ber 4 ke jl. Menur 12 Malang.

E ……………..aku melihat bu Ira ama Bapak Samuel orangnya baik ngak banyak ngomong dan aku mulai masuk rumah ini tiba tiba aku merasa tenang dan adem ayem, entah kenapa ……………? Padahal aku baru kenal ama mereka.

Oh iya ………..aku tadinya Muslim, tapi sejak ikut mereka, aku sering diajaknya ke gereja pertama kali aku diajak ke gereja orang Bali Pdt Daniel Nyoman Gedeng Sudana namanya.

Asal mulanya aku khan kena TBC Cronis dan sudah aku derita selama 3 tahun dan aku pernah kritis /koma di rumah sakit Pertama di Panti Nirmala selama 12 hari tidak bisa apa apa dan dokter sudah menyatakan tidak lama lagi entah nanti malam/pagi harinya. Waduh semua keluargaku minta maaf dan nggak ada yang pulang. Ternyata Tuhan masih sayang sama aku, sebab aku telah beri umur yang panjang, disebelahku kan ada yang sakit habis kecelakaan di Batu ada yang membacakan doa bersama orang gereja dan seorang pendeta setelah membaca doa doa dan menyanyi bersama lalu berganti ketempatku.Aku dinyanyikan dan didoakan, sama seperti ibu itu tadi. Setelah itu aku tertidur pulas sampai pagi o…………….sungguh aku kaget badanku sudah bisa digerakkan dan aku bisa duduk dan mau makan. Dan ke dua aku di RSU Malang selama 18 hari. Aku takut ngomong jujur ama bu Ira dan bapak aku takut dikeluarkan dari pekerjaan apalagi aku diajak bapak periksa ke dokter aku bener-bener sangat takut tapi aku tetap aja periksa dan malah bapak omong omong dan aku denger disuruh foto ronsen, waduh aku tambah bingung sepulang dari sana aku langsung masuk kamar dan langsung menangis ama temenku Reti aku ceritakan semua bahwa aku takut dikeluarkan dan takut ketahuan. Aku malah ngomong ama temenku Reti Andaikan ada apa-apa denganku di sini tolong berikan surat ini ama keluargaku nanti isinya jangan beritahu keluarga Kediri dan biar Via di momong ibu Ira. Reti dengan berkaca-kaca “menasehati aku jangan putus asa putus asa itu dosa berdoalah.” Tapi setelah aku dibawa ke Pdt Daniel Nyoman disana aku didoakan bersama dan seperti yang menyembuhkanku tadi aku bernafas sulit setelah didoain sembuh sampai sekarang mau makan berat badanku tadinya 29 sekarang naik 35 aku bersyukur sekali setelah itu tiap kali ke sana aku ikut sebab tempatku yang teduh hatiku merasa tentram berada di sana.

Pada tanggal 8-9Juni 2007 di Gereja Mawar Sharon itu ada Kuasa Allah di sana banyak Mujizat yang terjadi, Di situlah ada yang membisikkan ditelingaku “ JADILAH PENGIKUTKU AKAN AKU HAPUS SEMUA DERITA YANG KAMU ALAMI “ Aku sempat terkejut dan dengan tidak sadar hatiku langsung ngomong  “ YA AKU AKAN MENJADI PENGIKUTMU” tanpa paksaan dari siapa siapa aku tahu Allah ( Tuhan Yesus ) pasti mau menuntunku, Amin. Dan setelah itu sedikit demi sedikit aku belajar menyanyi dan berdoa dan mulai dari itu meskipun minum obat aku sembuh badanku enakan tapi sekarang aku sudah tidak minum obat lagi aku hanya bergantung dengan Tuhan Yesus dokter segala dokter. Makanya aku harus membalas dengan apa semua kebaikan bu Ira sama bapak Samuel dan sampai sekarang aku masih tinggal dirumah beliau Mereka sangat sayang ama Via anakku semua kebutuhanku dan anakku di cukupi oleh beliau Puji Tuhan Amin. Pokoknya nggak ada orang sesabar mereka Aku malah waktunya kontrol diantar dan dijemput. Aku hanya berdoa semoga Tuhan Yesus Kristus selalu memberkati keluarga mereka, Amin.

 Aku senang sekarang mejadi anak Tuhan tepatnya pada tgl 11 Juni 2007 aku dibaptis, resmi sudah.

]]>
admin <![CDATA[Scholar Subsidy]]> http://www.provideas.org/2007/07/10/provideas-financial/ 2007-07-10T11:34:33Z 2007-07-10T11:34:33Z After accomplished the High School Educational Journey

There were some students that couldn’t afford to continue their study at colleges.

www.provideas.org try to sustain their further educational journey dream by collecting some

subsidies from any generous hand.

Apparently, we have distributed fund to one of our scholar client

We hope that someone else will follow this educational subsidy program

to promote better future for everybody.

We can prove that everybody have the same chance to pursuit better education

(see: finance report)

ADMIN

]]>
admin <![CDATA[Working with Some Poor People]]> http://www.provideas.org/2007/05/08/working-with-some-poor-people/ 2007-05-08T12:23:29Z 2007-05-08T12:23:29Z We’ve working together with some poor people, making some handicraft, etc.

We encouraged them that they can doing something to others, they can make something nice and useful, we realized that we couldn’t make enough fortune from this kin of project. We cannot force them to fullfill the production target. We just like to make them proud being somebody on their neighbourhood.

So, we also need some financial support system. We suggest that anybody want to donate fund to this
project? or else? we’re also need some ideas to  improve our project.

From us: Samuel & Ira, Malang - East Java - Indonesia

]]>
martin <![CDATA[Mereka yang Telah Kembali]]> http://www.provideas.org/2007/04/13/mereka-yang-telah-kembali/ 2007-04-13T19:01:46Z 2007-04-13T19:01:46Z Bagaimanakah kita? Jika mengetahui keadaan seorang rekan yang mempunyai masa lalu yang pekat,bergelut dengan berbagai obat-obatan terlarang. Di tengah perjalanannya keluar, harus menghadapi tekanan hidup
yang tak kunjung berhenti. Sejenak mengalami kebahagiaan bersama kehadiran seorang
istri dan anak yang begitu dicintai. Tak lama kemudian kembali bergumul mencari nafkah yang tak kunjung cukup untuk kembali membuat “asap bagi dapur mereka”. Suatu ketika, anaknya menderita sakit penyakit, persediaan susu di rumah menipis, pinjaman modal usaha kecil-kecilannya harus dikembalikan. Jalan buntu dihadapinya, di tengah kekalutan, matanya menjadi gelap dan perampokkan tak berencana itu terjadi. Massa mengamuk dan menyeret dia ke jeruji besi. Isak tangis keluarga dan penyesalan diri tak sanggup menghindarkan dia dari hari-harinya (selama beberapa bulan) di penjara. Hari-hari pembebasan sudah dekat, kembali harus membayangkan:
“Dari mana aku bisa memberi makan anak & istriku?”

 

Jika Anda adalah sobat PROVIDEAS,
apa yang akan Anda lakukan? sarankan? ulurkan?

]]>