Mereka yang Telah Kembali
Bagaimanakah kita? Jika mengetahui keadaan seorang rekan yang mempunyai masa lalu yang pekat,bergelut dengan berbagai obat-obatan terlarang. Di tengah perjalanannya keluar, harus menghadapi tekanan hidup
yang tak kunjung berhenti. Sejenak mengalami kebahagiaan bersama kehadiran seorang
istri dan anak yang begitu dicintai. Tak lama kemudian kembali bergumul mencari nafkah yang tak kunjung cukup untuk kembali membuat “asap bagi dapur mereka”. Suatu ketika, anaknya menderita sakit penyakit, persediaan susu di rumah menipis, pinjaman modal usaha kecil-kecilannya harus dikembalikan. Jalan buntu dihadapinya, di tengah kekalutan, matanya menjadi gelap dan perampokkan tak berencana itu terjadi. Massa mengamuk dan menyeret dia ke jeruji besi. Isak tangis keluarga dan penyesalan diri tak sanggup menghindarkan dia dari hari-harinya (selama beberapa bulan) di penjara. Hari-hari pembebasan sudah dekat, kembali harus membayangkan:
“Dari mana aku bisa memberi makan anak & istriku?”
Jika Anda adalah sobat PROVIDEAS,
apa yang akan Anda lakukan? sarankan? ulurkan?
April 13th, 2007 at 3:35 pm
There are several ideas that came to my mind when I see this problem. I’m throwing some of my ideas here, maybe some of them are too idealistic or naive .. but it is called “brainstorming”
:
More ideas are coming later, but I gotta back to work for now